Kamis, 08 Maret 2012

Paper akhlak bermasyarakat dan bernegara

AKHLAK MUSLIM TERHADAP
MASYARAKAT DAN NEGARA

Paper untuk memenuhi tugas
mata kuliah    : Ibadah dan Akhlak
dosen              : Drs. Imam Mudjiono M.Ag












Di susun Oleh            :
     Nama               : Ani Nurwasilah
                                    Fak/Jurusan    : Teknologi Industri/Teknik Kimia


TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
                                                 i

KATA PENGANTAR

            Puji serta syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunian-Nya.Dengan rahmat Alhamdulillah paper ibadah dan akhlak yang berjudul ‘Akhlak terhadap Masyarakat dan Negara’ telah selesai di susun dan dengan karunia penulis masih diberikan nikmat sehat iman serta islam yang menuntut polapikir penulis agar paper yang di susun sesuia konsep yang di berikan oleh dosen pembimbing.
            Melihat kondisi masyarakat Indonesia saat ini maka sangatlah minim jika berbicara masalah akhlak.Jauh dari tujuan bangsa Indonesia sendiri sebagai Negara yang makmur dan mampu memberikan kesejahteraan bagi bangsanya.Keterpurukan Indonesia adalah ulah para pemerintah yang tidak bertanggung jawab dala memegang amanah para rakyat yang harusnya di perlakukan layaknya seorang anak meminta perlindungan orang tuanya,bukan sebagai krikil jalan yang tak pernah dilirik jika tidak membahayakan para pejalan kaki.Untuk itu kita perlu mempelajari bagaimana akhlak terhadap masyarakat dan Negara agar kedamaian serta kebahagian mampu di rasakan oleh semua orang ,dengan di bekali pendidikan agama islam bukan hanya sebagai materi saja melainkan untuk implentasi kehidupan sesuai syariat dan kaifiyahnya.
            Tersusunnya paper ini tidak lah terlepas dari bantuan pihak lain,untuk itu penulis mengahturkan terimakasih kepada :
~ Drs.Imam Mudjiono M.Ag selaku dosen pengampu mata kuliah Ibadah dan Akhlak juga sebagai dosen Public speaking,yang begitu besar jasa serta keikhlasan beliau membina penulis untuk menuju puncak kesuksesan.
~ Rekan-rekan mahasiswa teknik kimia yang telah bersedia menjadi acuan serta tolak ukur saya untuk mencoba berfikir ke titik yang lebih optimal.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan paper ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis mengharap kritik dan saran tentang paper yang lebih membangun untuk paper selanjutnya.


                                                Yogyakarta, 2 Maret 2012

                                                                                    Penulis

ii

DAFTAR ISI
            Kata Pengantar                                   ………………………………….i
            Daftar Isi                                             ………………………………… ii
            Bab I   Pendahuluan
                        Latar Belakang                        ....……………………………….1
                        Tujuan                                     ………………………………….1
                        Rumusan Masalah                   ………………………………….1
            Bab II Pembahasan
                        Pengertian dan
Peran akhlak                           ..………..………………………..2
                        Akhlak Seorang Muslim
terhadap Masyarakat               …………………………………..4
Akhlak musim
Terhadap Negara                     ………………………………….8
            Bab III Penutup
                        Kesimpulan                             …………………………………15
                        Saran                                       …………………………………15
            Daftar Pustaka                                                …………………………………iii

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Penulisan paper ini di latar belakangi adanya keaktifan mahasiswa untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya,hidup bukan hanya indivual saja tetapi bagaimana kita mampu memberikan manfaat kepada orang lain dan sebaliknya,karena irodatnya Allah menjadikan seorang anak adam itu untuk hidup bermasyarakat dan menjadi pemimpin atas diri dan tanggungannya.Disamping itu masih banyak cara hidup kita untuk mencapai ridho Ilahi,maka menjadi manusia yang beintelektual dan berbudi pekerti akan mengantarkan hidup manusia menuju gerbang kebahagiaan dunia dan akhirat.Kaum adam sekarang ini akan mampu melakukan sesuatu karena tuntutan serta aspirasi yang mengikat,demikian disamping ridho Allah adalah latar belakang yang paling utama menyusun paper ini juga ada karena suatu tugas mata kuliah wajib Ibadah dan Akhlak sebagain salah satu indikator nilai tugas/kuis mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia.


1.2  Tujuan

Menindaklanjuti masalah akhlak bangsa Indonesia yang perlu di benahi maka disajikan tema yang mengampu masalah bagaimana karakteristik akhlak kepada masyarakat sebagai makhluk sosial juga pemimpin atas apa yang mereka pimpin,agar para khalayak mampu mengimplementasikan apa yang tersirat dari paper ini khusunya bekal untuk penulis sendiri,karena perubahanlah yang akan mampu melajuri kita menuju eksistensi hidup era globalisasi ini,dan semoga dengan penulisan ini semua pihak dapat merasakan manfaat srta nilai positifnya.

1.3  Rumusan Masalah

Adapun berbagai rumusan masalah yang di bahas di paper ini adalah sebagai berikut :
a.       Apakah pengertian dan peran akhlak itu sebenarnya?
b.      Manakah landasan-landasan alqur’an dan hadits tentang akhlak?
c.       Harus bagaimanakah akhlak seorang muslim terhadap Negara,baik sebagai pemimpin maupun sebagai warga negara atau masyarakan biasa?
2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Peran akhlak
            A. Pengertian Akhlak
            Akhlak menurut Al-Ghazali berasalan dari bahasa arab yang mufradnya adalah Khulukun,berarti peringai,tingkah laku,adat atau budi pekerti,Jadi akhlak secara istilah adalah suatu ting laku atau budi pekerti yang ada pada diri manusia dan biasanya muncul secara spontan tanpa pertimbangan terlebih dahulu.Adapun akhlak manusia jika sesuai dengan tabi’at syariat serta aturan yang ditetapkan oleh agama islam khususnya disebut dengan Akhlakul karimah/mahmudah (akhlak baik),sebaliknya jika bertentangan dengan syari’at islam di sebut akhlakul madzmumah (akhlak tercela).
Hidup seorang manusia tidak akan terlepas dari akhlak baik maupun tercela,karena manusia dikaruniai dua hal penting dalam dirinya nyaitu hati nurani dan sanubari.Nurani sebagai pengontrol diri menuju hal-hal baik disinilah apa yang di hendaki baik dalam prilaku manusia akan di implementasikan oleh jasmaninya,untuk itu setiap habis sholat ketika menghadap Allah dianjurkan memohon agar tetap di beri ketenangan hati serta keikhlasan dalam beribadah,karena jika hati manusia tertata dengan baik maka perwujudannya pun akan demikian.Demikan dengan sanubari yang di sediakan Allah pada diri manusia sebagai tolak ukur melakukan hal-hal tercela maka ketika akhlak manusia itu terwujud jelek disinilah sanubari manusia mengalahkan nuraninya.

            B. Peran Akhlak
            Manusia merupakan makhluk yang dibekali akal dan pikiran itu itu manusia menjadi makhluk yang derajatnya paling tinggi,juga di utus di bumi ini sebagai khalifah,’abdi,akhlakul karimah serta rahmatan Lil’alamin.
a.       Akhlak untuk mendominasi prilaku seorang khalifah  banyak di ungkapkan dalam al-qur’an,diantaranya surat Al-Baqarah ayat 30 :
øŒÎ)ur tA$s% š/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) ×@Ïã%y` Îû ÇÚöF{$# ZpxÿÎ=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pkŽÏù `tB ßÅ¡øÿム$pkŽÏù à7Ïÿó¡our uä!$tBÏe$!$# ß`øtwUur ßxÎm7|¡çR x8ÏôJpt¿2 â¨Ïds)çRur y7s9 ( tA$s% þÎoTÎ) ãNn=ôãr& $tB Ÿw tbqßJn=÷ès? ÇÌÉÈ
Artinya : “30.  Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."(Q.S. Al-Baqarah :30)
3

b.      Akhlak dalam menjadi seorang ‘Abdi
‘Abdi adalah sebutan bagi orang yang mau menjalankan ibadah kepadah Allah sesuai dengan apa yang telah dianjurkan.Karena kodrat manusia di ciptakan dimuka bumi ini adalah juga untuk beribadah,sebagaimana firman Allah dalam kitab sucinya :
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ
Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(Q.S. Addzariyat :56)
Al-quran jelas menyebutkan bahwa beribadah merupakan tujuan Allah kenapa manusia itu diciptakan hidup dimuka bumi ini.Tindakan dalam hal apapun maka harus diniati beribadah semata-mata mengharap ridhonya sang kholik.

c.       Akhlak dalam penentu Akhlakul karimah
Disinih merupakan hal yang penting karena pokok bahasan yang memang sedang di permasalahkan saat ini,ajaran akhlak yang dibawakan Rasulallah itu menjadi pedoman kita setelah alquran sebagai rujukannya,konsep akhlak ini dibawakan oleh beliau Nabi Muhammad saw kepada umatnya atas perintah Allah.Jika akhlak manusia telah benar dibenahi maka tidak aka nada lagi kerusakan yang datang menerpa.Memaikai konsep rasulallah dalam memimpin umatnya yaitu sifat wajib bagi beliau adalah Shidiq,Amanah,Tabligh dan Fathanah insyaallah jagat raya ini akanlah tentran dan nyaman.Firman Allah SWT :
y7¯RÎ)ur 4n?yès9 @,è=äz 5OŠÏàtã ÇÍÈ
Artinya :.  Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Dari siratan ayat diatas maka kita sebagai umanya beliau harus patuh atas ajaran-ajaran beliau yang disebut dengan sunnah nabi ataupun Ahli Sunnah Waljama’ah.

d.      Akhlak dalam mencerminkan prilaku Rahmatan Lil’alamin
Selain ketiga tugas pokon manusia hidup didunia yang disebutkan tadi maka yang selanjutnya adalah sebagai Rahmatan Lil’alamin.Bagaimanakah kita menjadi rahmat bagi alam semesta ini itu tergantung dari ke empat komponen ini, karena jika salah satunya ada yang tidak di jalankan maka rahmatan Lil’alamin pun tidak akan pernah ada,bahkan bersiaplah dengan datangnya kerusakan terlihat sekarang pun zaman sudah kembali seperti zaman jahiliyah sebulum nabi Muhammad datang. Allah berfirman :
!$tBur š»oYù=yör& žwÎ) ZptHôqy šúüÏJn=»yèù=Ïj9 ÇÊÉÐÈ
Artinya :.  Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.(Q.S. Al-Anbiyaa :107)
4

2.2 Akhlak seorang muslim terhadap masyarakat
            Terciptanya masyarakat yang damai merupakan keinginan setiap warga negara,Islam pun menghendaki kedamaian,dengan saling toleransi, agar komunikasi terhadap sesame manusia lebih menonjol,karena tidak hanya Habluminallah sajah yang wajib kita perhatikan juga ada habluminannas yang merupakan aspek penting menjalani kehidupan ini dan habluminal’alam yang menuntut manusia untuk merawat serta menjaganya dengan penuh mengharap ridho-Nya.
Untuk itu Al-quran menekannka hubungan manusia dengan memuat lebih banyak ayat-ayat yang berbicara tentang ibadah sosial (ghairu mahdoh)daripada ibadah ritual (mahdoh).(Moral kognisi  islam.2001265)
            Kualitas ibadah seseorang dalam islam bisa dilihat dari cerminan tingkah laku atau etika dalam bergaul,berinteraksi serta karakter yang menonjol.Manusi harus mampu menegakkan keadilah apalagi melihat realitanya sekarang keadilan sangat di butuhkan dari mulai masyarakat kecil sampai para penjabat pun menuntut keadilan,seharusnya seorang manusia yang bertawadlo mampu mendorong serta berkeyakinan bahwa diri sendirinya adalah makhluk Allah yang wajib berbuat keadilan dimana-mana,maka dengan prinsip demikian tidak akan adalah para tikus Negara yang tak pernah berhenti menggerogoti karung sembako bangsa,tidak ada lagi perbedaan antara simiskin dan sikaya,karena semuanya akan sama dihadapan allah. Firman Allah :
öNçGZä. uŽöyz >p¨Bé& ôMy_̍÷zé& Ĩ$¨Y=Ï9 tbrâßDù's? Å$rã÷èyJø9$$Î/ šcöqyg÷Ys?ur Ç`tã ̍x6ZßJø9$# tbqãZÏB÷sè?ur «!$$Î/ 3 öqs9ur šÆtB#uä ã@÷dr& É=»tGÅ6ø9$# tb%s3s9 #ZŽöyz Nßg©9 4 ãNßg÷ZÏiB šcqãYÏB÷sßJø9$# ãNèdçŽsYò2r&ur tbqà)Å¡»xÿø9$# ÇÊÊÉÈ  
Artinya :Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
(Q.S.Ali ‘Imran :110)

Islam menggariskan bahwa akhlak muslim terhadap masyarakat adalh sebagi berikut :
Senantiasa menegakkan keadilan di muka bumi.Syari’at islam telah memberikan Motivasi yang kuat kepada manusia untuk senantiasa
1.      menegakkan keadilan ditengah masyarakat yang direalisasikan dalam suatu timbangan manusiawi yang mampu menempakan sesuatu seuai tempatnya (‘Adil).Ia harus tegak berdiri menegakkan keadilan dan menyuakan

5

kebenarannya dimanapun ia berada dengan berpijak kepada keadaan,kebiasaan (‘adah) yanga ada disekelilingnya.

Adil tidak berarti berdiri di tempat yang netral,melainkan memihak kepada kebenaran,dengan berpedoman kepada standar yang tetap,yakni nilai-nilai Ilahiyah.Menegakkan keadilan mengharuskan manusia untuk senantiasa berada di tengah perjuangan yang bukan hanya menghadapi orang lain berarti,menentukan sikap melauli argumentasi yang kuat,sedangkan menghadapi dirinya sendiri adalah menghilangkan subyektivitas yang selalu menyertai pikiran dan tindakannya. Rasulallah pernah bersabda  قل لحق ولو كان مر  “katakanlah walaupun itu pahit.
(Moral Kognisi Islam.2001.265)
Penjelasan di atas terlihat secara segnifikan bahwa kejujuran dan keadilan adalah dua karakteristik sifat yang wajib kita pakai ketika hidup dimasyarakat.karena dengan kejujuran maka keadilan pun akan muncul mengirinya.

2.      Seorang muslim harus menjadikan masyarakat sebagai lapangan dakwah dan aktualitas nilai-nilai keislaman.Dengan ini maka setiap muslim harus menyadari sepenuhnya bahwa dakwah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan karena بلغ ني ولو اية  Sampaikanlah walaupun satu ayat.   
Maka didalam sebuah pergaulan masyarakat, seorang muslim senantiasa mengemban misi dan itu harus dipertahankan .Hal ini di dukung dengan al-qur’an :
ô`tBur ß`|¡ômr& Zwöqs% `£JÏiB !%tæyŠ n<Î) «!$# Ÿ@ÏJtãur $[sÎ=»|¹ tA$s%ur ÓÍ_¯RÎ) z`ÏB tûüÏJÎ=ó¡ßJø9$# ÇÌÌÈ  
Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"(Q.S. Al-fushshilat :33).

Dakwah yang diterapkan Rasulallah adalah dengan cara yang seadil-adilnya tanpa menimbulkan permusuhan kepada para mustami’,Karena tidak ada paksaan pada diri rasulallah,dikategorikan dakwah yang baik menurut beliau,karena jika berdakwah tanpa terpaksa maka implementasinya pun tidak akan pernah ada paksaan,trik yang dilakukan rasulallha dalam berdakwah adalah sebagai berikut :
عن ابي سعيد الخذري : سمعت رسول الله يقول : من راء منكم منكرا فليغيره بيده فان لم يستطع فبلسانه فان لم يستطع فبقلبه ِوذلك اضعف الايمان..           {رواه مسلم }.
Artinya : Abu sa’id Alkhudry r.a. berkata:Saya telah Rasulallah SAW bersabda:Barang siapa yang antara kalian melihat kemungkaran,hendaklah dia merubahnya dengan tangannya dan bila tidak dapat maka dengan mulutnya
6

(lisannya) ,apabila tidak dapat maka dengan hatinya,dan itu selemah-lemahnya iman.(HR.Muslim).


3.      Seorang muslim harus senantiasa melakukan amar ma’ruf nahy munkar.Artinya,seorang muslim tidak bisa menjadi seorang yang permisif,acuh tak acuh,cuek terhadap lingkungannya,Tetapi seorang muslim ketika berada di mana saja harus senantiasa mengajak terhadap kebaikan juga mencegah terhadap kemunkaran,yaitu suatu penyimpangan dari aturan yang telah digarisi oleh Allah dan rasul-Nya.Hal ini dilakukan sebagaimana kemampuan mulim tersebut,di dukung oleh Allah yaitu khairul ummah  bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang masih mampu mengajak kepada Amar ma’ruf nahy munkar.Hal ini pun dikategorikan sebagai dakwah.
(Ibada dan Akhlak dalam Islam.2002.123.)


Dikisahkan dari sejarah salah satu madzhab yang diikuti ajarannya oleh umat islam yaitu Imam Asy-Syafi’I,Beliau adalah seorang yang berakhlak baik lagi Tawadhu’.Orang-orang datang kepada beliau guna belajar adab dari beliau sebelum belajar ilmu,itu karena adab lah yang lebih penting dalam kehidupan.
Suatu hari,al-Buwaithi menulis surat kepada ar-Rabi’ bin Sulaiman,yang isinya menceritakan sebagian akhlak Asy-Syafi’i.Ia berkata : “Sabarkan dirimu terhadap orang-orang asing dan baguskanlah dirimu terhadap orang-orang yang hadir dalam majelismu.Aku selalu mendengar Asy-syafi’I melantunkan syair
Kuhinakan diriku kepada mereka
Agar mereka merhormatinya
Tidak ada menjadi mulia jiwamu yang tidak kau hinakan(1)
(Keagungan Imam Asy-Syafi’i.2009.30)
Dari kisah tadi dijelaskan bahwa seorang Imam mengajak jamahnya menghormati ajakan baik  maka berendah dirilah dihadapan jama’ah aitu,jangan sekali-kali menunjukan kesombongan dan mesra menggurui terhadap para mustami’.Bertawadho’ lah seperti apa yang Allah perintahkan :
ºpuŠøÿäzur 4 ¼çm¯RÎ) Ÿw =Ïtä šúïÏtF÷èßJø9$# ÇÎÎÈ
Artinya :Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas(2).

[1] Lihat di Tarikh Baghdad (12/61)
[2]  Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.
7
3.      Seorang Muslim senantiasa mempunyai peran dan nilai positif (bermanfaat) bagi masyarakatnya.Demikianlah bagaimana menjadi seorang yang dibutuhkan sesamanya,merasa lebih bermakna apabila hidup ini dipergunakan demi kemakmuran bersama,membawakan kebaikan disetiap sudut kehidupan,maka berbahagailah orang yang mengamalkan hadits nabi berikut : خير الناس ان فعهم للناس “sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikat manfaat terhadapnya (manusia).
               
Sebagai makhluk sosial adalah kodrat manusia maka itu adalah tuntutan untuk tahu bagaimana keadaan kanan kiri kita,depan belakang kita serta perwujudan yang tercermin dari sosok seorang manusia yang tak ada arti apa-apa dihadapan Allah jika dibandingkan dengan betapa besar keangunganya,maka tidak lah patut seorang muslim menyimpan kesombongan dalam hatinya,semuanya sama dihadapan-Nya.Sesungguhnya dikatakan bahwa orang mukmin yang paling sepurrna adalah mereka yang baik akhlaknya,
Kebiasaan atau adat yang dilakukan di suatu populasi masyarakat baik itu yang bersifat rohaniyah maupun jasmaniyah maka menjadi nilai positif apabila diniatkan semata mengharap ridho Allah.Rahmatnya Allah tidak akan berhenti mengalir bagi mereka yang mau menjalankan perintahnya dengan penuh kesabaran dan ikhlas,Allah pula ah yang menghendaki kita untuk senantiasa melangkah dan merasakan kehidupan disetiap hembusan nafas,yang maha lembut,maha pemberi manfaat dalam seluruh peristiwa dimuka bumi.
Jika seorang muslim telah merasakan kehadiran Allah di seluruh jiwanya maka perbuatan terpujilah yang senantiasa dilakukan tanpa lirikan manusia hanya lirikan allah yang dirindukan,dari situ pula nilai manfaat akan muncul nilai saling toleransi serta saring kasih mengasihi,merasa dirinya dibutuhkan oleh orang lain,maka perbuatan baik (amal sholeh) pula yang akan membawa kita terhadap jawaban amalan diakhirat nanti.
            Seorang muslim selayaknya menjadikan tentang ketiadaannya benar-benar dirasakan orang lain sebagai sesuatu yang berharga bagi mereka.Dengan prinsif semacan itu maka diharapkan akan tercipta tata masyarakat yang dikehendaki oleh islam,yaitu masyarakat yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Tauhidullah (Maha Esakan Allah)
b.      Ukhuwwah (Persaudaraan)
c.       Bersatu dalam satu tali Allah
d.      Masawah (Persamaan)
e.       Ta’awun (Tolong menolong)
f.       ‘Adalah (Keadilan)
g.      Musyawarah
a.       Ummatan Wasathan (Umat yang penengah /harmonis)
b.      Takaful al-Ijtima’ (tanggung jawab sosial)
c.       Fastabiq al-Khairat (Berlomba dalam kebaikan)
d.      Tasamus (Toleransi)
e.       Huriyyah (Kebesan)
f.       Istiqamah (Teguh pendirian)
g.      Jihad (Membela yang benar)
h.      Ijtihad (Pengembangan pikiran)
(Ibadah dan Akhlak dalam Islam.2002
8

1.3  Akhlak Muslim terhadap Negara
Negara merupakan suatu wadah tempat berlindung para bangsa,yang di dalamnya tedapat peraturan-peraturan yang mengikat baik tertulis maupun secara lisan.Disitulah kita menumphkan kemerdekaan kita,kemerdekan yang telah diraih para pahlawan yang tak mengenal darah juangnya.Maka patutlah para pemuda meneruskan perjuangan mereka yang telah rela meberikan darahnya untuk tanah air ini untuk kebahagiaan kita menghuni tanah air ini.
Agar tidak terjadi deviasi antar tanggung jawab dunia serta akhirat coba kita lihat lagi ayat suci yang dikumandangkan Allah :
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ
Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Maka dengan pedoman ayat inilah manusia menentukan jalan hidupnya,sebenarnya semua tindakan kita akan di catat oleh malaikatnya Allah tidak ada perhitungan satu pun yang keliru balasannya maka sungguh manusia hidup mereka hanya untuk beribadah pada hakikatnya,seorang khalifah pun memimpin hanya semata beribadah bangsa yang bertanggung jawab kepada negerinya hanya semata berlutut menyadari kodratnya sebagai manusia yang tiada arti dihadapan tuhannya.
Tetapi seorang muslim yang mampu membimbing jalan hidupnya dan jalan hidup orang lain digaris literature Allah maka dialah yang paling baik diantara manusia-manusia mulia.maka bangsa ini kita sebagain penobangnya yang akan membawa penghuni negeri ini kejalan Allah,
Dilihat dari tugas atau tanggung jawab manusia lah yang berhakan mengatur mengelola dan melestarikan alam ini.karena para penghuni dunia adalah manusia lah yang mempunya lahir batin yang sempurna ketimbang makhluk allah yang laiknya,bahkan manusia bisa lebih tinggi dari drajat para malaikat yang tunduk tanpa dosa setitikpun kepada Allah,dan kemurkaanAllah adalah bathilnya kelakuan manusia sehingga rendahnya melibihi binatang terendah drajatnya.
Negara merupakan pemikir politik terkenal dalam Islam,Al-Farabi,adalah organisasi territorial bangsa yang mempunyai kedaulatan.yakni institute suatu bangsa yang berdiam dalam suatu daerah territorial tertentu dengan fungsi penyelenggaraan kesjahteraan bersama,baik secara materiala maupun secara spiritual.(Anshari.165).Terhadap Negara yang berfungsi dan bertujuan semacam itu,seorang muslim memikul tanggung jawab pula untuk memelihara dan menjaga agar semua Negara mampu melindungi bangsanya.(Ibadah dan Akhlak dalam Islam.2002.126).Tanggung jawab itu sungguh berat dan akan diperhitungkan atas apa yang dipertanggungjawabkannya.Dalam akhlak muslim terhadap suatu Negara maka harus dilihat dimana kaitannya atas apa yang akan mereka pikuli,pada prinsifnya Negara itu di isi oleh dua kategori yaitu pemimpin (pemerintah) atau warga (rakyat biasa).Keduanya harus tahu bagaimana ia bersikap dan berakhlak.(Ibadah dan Akhlak dalam Islam.2002.126)

Akhlak terhadap Negara terbagi dalam 2 katagori :
a.       Akhlak para pemimpin atau pejabat
b.      Akhlak warga atau rakyat biasa

9
a). Akhlak para pejabat
Yang disebut pemimpin adalah orang-orang yang punya tugas memikul tanggung jawab sangat berat,hakikatnya setiap muslim adalah punya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan menjadi pemimpinnya sendiri.Oleh sebab itu meskipun ada seorang yang memimpin kita,maka harus tahu dulu apa yang ada dalam diri kita,karena merupakan tanggungan individualistis.Berbeda dengan para pejabat yang memimpin maka keseluruhan tanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya benar-benar harus di tunjukan dengan sikap bijaksana dan yakin bahwa dirinya mampu membimbing diri sendi keluarga serta para rakyatnya.Semuanya berawal dari diri sendiri maka Allah berfirman :
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3Î=÷dr&ur #Y$tR $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#yÏ© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâsD÷sムÇÏÈ  
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(Q.S.At-tahrim :6)
            Sifat yang selayaknya dicontoh para pemimpin atau para pemerintah adalah sifanya nabi Muhammad saw.yaitu sifat Shidiq,Amanah,Tabligh dan Fathanah.
·         Sidiq yang berarti jujur,merupakan ungkapan emosi yang timbul dari suara hati manusi,maka dengan membawa suara hati,manusia akan tahu sifat allah,yang berarti selalu benar atas kehendaknya.
·         Amanah yang berarti terpercaya,Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memegang amanah rakyatnya demi ridho allah,maka jika pemimpin memegang konsep ini tidak ada lagi para penyeludup seperti tikus-tikus Negara.Firman Allah :
øŒÎ) r&§t7s? tûïÏ%©!$# (#qãèÎ7?$# z`ÏB šúïÏ%©!$# (#qãèt7¨?$# (#ãrr&uur z>#xyèø9$# ôMyè©Üs)s?ur ãNÎgÎ/ Ü>$t7óF{$# ÇÊÏÏÈ
Artinya : (yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.
·         Tabligh,yang berarti menyampaikan,hal ini memanglah menjadi tuga pokok pemimpin untuk menyampaikan terhadap raknyatnya pa belom diketahi serta perkara apa sajah yang mampu member kemakmuran bangsanya
·         Fathonah,yang berarti cerdas,seorang pemimpin harus mempunyai kecerdasan yang dominan akar mampu menyusun strategi untuk untuk menjadi pembinaan bagi masyarakatnya.
Dengan cerminan keempat sifat nabi ini semua pemerintah akan sukses atas tanggungjawabnya,Ungkapan para pejabat akan terwujud di masadepan yang merupakan masa yang sangat kompleks dimana sebuah sunatullah dengan bertambahnya usia zaman dalam jumlah penduduk,maka akan bertambah juga problematika yang terjadi ditengah-tengah umat.Terlebih jika kita mengamati proses degradasi moral yang telah berlangsung pada ini,tentunya tugas dari pimpinan-pimpinan umat masa depan adalah teramat berat.Maka wajib setiap umat muslim yang
10

mukalaf tahu tentang bagaimana perjuangan nabi Muhammadserta semua kajian pentas kepemimpinan dalam sejarah islam,maka beberapa karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin islam :
a.       Memiliki akidah Islamiyah yang mapan
Seorang pemimpin harus menampilkan kepribadian yang kokoh dan tidak mudah teombang ambing oleh sebuah pemikiran bagaikan kapas terbang terbawa angin,tetapi haruslah mempunyai sebuah prinsif,dia harus punya benteng sekaligus pengayom bagi umatnya dan pengantar akidah dengan kemantapan merupakan indicator utama menjadi yang akan mampu mepengaruhi indicator lainnya.
b.      Tasamuh (Toleran)
Sifat ini bukan hanya dimiliki oleh seorang pejabat saja,tetapi setian individu wajib memilki sifat tasamuh karena sebagai wadah bergaul atau bersosialisasi dengan orang lain demi menghindari sifat talashub (fanatic),talasub ini dominan menjadi pengahalang bersatunya umat islam,jika dikaitkan dengan zaman sekarang maka akan menjadi penghalang atas bersatunya sukuisme budaya Indonesia tersendiri yang sangat kental dari dulu zaman rasulallah sampe skarangpun masih demikian khusus diberbagai provinsi di Indonesia,maka dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang menjadi pemersatu diindonesia inilah juga prinsif yang akan mengalahkan talashub.
c.       Memiliki landasan kerjasama dan solidaritas
Kerjasama ini harus diletakkan pada kerangka yang luas,baik itu dalam bentuk talawun islamy (kerjasama umat islam) maupun talawun insane (kerjasama antar umat manusia),dan hal ini merupakan karakter kepemimpinan yang harus dimiliki juga melihat dari realisasi sekarng maka akan banyak problematika yang muncul nanti.
d.      Mampu menghilangkan kultur oganisasi
Organisasi suku,mas,sosial politik dan lain-lain hanya akan menambah deretan persoalan sekaligus memperlebar jurang perbedaan,untuk itu budaya kultur organisasi harus dihapuskan,dan seorang pemimpin harus memiliki visi yang jauh (visioner) untuk membentuk ummatan wahidah (umat yang bersatu).
e.       Terbuka
Seorang pejabat haruslah terbuka terhadap dinamika internal umatnya,kritik yang konstruktif dan democrat karena seorang pemimpin yang berwawasan sempit lambat laun akan menjelma menjadi dictator karena tidak ada control yang menjadi penyeimbang terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkannya.
Bebas dari penyakit Jahid (Reaksioner) dan jamid (beku pikiran) merupakan penyebab runtuhnya daulah islamiyah dimasa lalu,untuk itu seorang pemimpin
a.       yang akan bersinggungan dengan era modernialisme harus benar-benar arif dalam menyikapi berbagai perkembangan yang terjadi.ketika menyikapi segala sesuatu dengan sikap reaksioner justru akan merugikan kedudukan seorang pemimpin karena yang terlihat bukanlah sikap menganyomi melainkan sikap partisan yang tidak layak ditunjukan.
Seorang calon pejabat ataupun para pejabat yang sudah mempunyai wilayah binaannya mereka mengkaji akhlak kepemimpinan dalam perspektif Al-Qur’an dan As-Sunnah yang sangatlah penting antara keduanya yang akan menunjang satu dan lainya.

11

1.      Perspektif al-qur’an
Al-qur’an  merupakan pedoman utama bagi umat islam yang telah memberikan kriteria-kriteria tertentu sebagai landasan akhlak seorang pemimpin.Adapun criteria tersebut antara lain :
,ysø9$# `ÏB y7Îi/¢ ( Ÿxsù ¨ûsðqä3s? z`ÏB tûïÎŽtIôJßJø9$# ÇÊÍÐÈ
Artinya : Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.(Q.S. Al Baqaroh :147)
Akhlak seorang pemimpin yang senantiasa istiqomah berpijak diatas kebenaran agama islam yang akan membuatnya dihormati dan dipatuhi,disamping itu yang akhirnya akan memetik kebahagian sebagaimana janji Allah untuk memberikan kemuliaan disi-Nya bagi para pejabat yang memimpin dengan penuh kebenaran.
            Disamping itu yang berada diatas jalan yang benar akan menjadi pemimpin yang adil mencintai keadilan.Sifat adil didalam diri seorang pemimpin teramat sangat penting karena tanpa adanya keadilan maka jaminan penindasan yang berkepanjangan.Allah SWT berfirman :
$pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#qçRqä. šúüÏBº§qs% ¬! uä!#ypkà­ ÅÝó¡É)ø9$$Î/ ( Ÿwur öNà6¨ZtB̍ôftƒ ãb$t«oYx© BQöqs% #n?tã žwr& (#qä9Ï÷ès? 4 (#qä9Ïôã$# uqèd Ü>tø%r& 3uqø)­G=Ï9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 žcÎ) ©!$# 7ŽÎ6yz $yJÎ/ šcqè=yJ÷ès? ÇÑÈ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Q.S.Al-Maidah :8)
            Oleh karena itu ,akhlak memcintai kebenaran itu sangatlah penting karena dari sinilah akan mengecap begitu banyak sikap kepemimpinan yang positif,diantaranya seperti telah di ungkapkan adalah keadilan dan kejujuran.Adapun tentang keadilan dan kejujuran itu sendiri telah diperingatkan oleh Allah dalam ayat suci-Nya sebagai
tindakan paling utama,yang wajib dilaksanakan ol,eh setiap pemimpin yang punya tanggungan teramat besar :
bÎ)ur Èb$tGxÿͬ!$sÛ z`ÏB tûüÏZÏB÷sßJø9$# (#qè=tGtGø%$# (#qßsÎ=ô¹r'sù $yJåks]÷t/ ( .bÎ*sù ôMtót/ $yJßg1y÷nÎ) n?tã 3t÷zW{$# (#qè=ÏG»s)sù ÓÉL©9$# ÓÈöö7s? 4Ó®Lym uäþÅ"s? #n<Î) ̍øBr& «!$# 4 bÎ*sù ôNuä!$sù (#qßsÎ=ô¹r'sù $yJåks]÷t/ ÉAôyèø9$$Î/ (#þqäÜÅ¡ø%r&ur ( ¨bÎ) ©!$# =Ïtä šúüÏÜÅ¡ø)ßJø9$# ÇÒÈ $yJ¯RÎ) tbqãZÏB÷sßJø9$# ×ouq÷zÎ) (#qßsÎ=ô¹r'sù tû÷üt/ ö/ä3÷ƒuqyzr& 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ÷/ä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇÊÉÈ
12

Artinya : (9) Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau dia Telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
(10) Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(Q.S. Al-Hujaraat :9-10)
            2. Pespektif Alhadits
            Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Nabiullah Muhammad Saw.adalasosok manusia sempurna,dan alur kehidupannya bagaikan mata air yang tak akan pernah kering untuk dikaji sepanjang zaman.Begitupun halnya seorang pemimpin,Nabiullah adalah pemimpin terbesar yang paling sukses dalam mencapai misi perjuangannya,yang lahir kemuka bumi ini.Tak kurang Michael H.Hart mengabadikan perjuangannya dalam sebuah buku The 100,a Rangking Of The Most Influential Person in History pada urutan teratas.Sejak JAUH-JAUH HARI Allah telah menegaskan hal ini  dengan tujuan agar akhlak beliau yang berkilauan bagai permata yang tak akan pernah redup sinarnya :
y7¯RÎ)ur 4n?yès9 @,è=äz 5OŠÏàtã ÇÍÈ
Artinya : Dan Sesungguhnya engkau  (Muhammad)  benar-benar berbudi pekerti yang agung.(Q.S. AL-qalam;4)
            Jabatan pemimpin memanglah prestisius dan menjadikan banyak kenikmatan.Namun hal ini tidak berlaku dalm kepemimpinan secara islami,yakni bahwa seorang pemimpin adalah untuk melayani bukan untuk dilayani,Sabda rasulallah :      سيد القوم خد مه”pemimpin suatu kaum adalah pengabdi (pelayan) mereka.(hr. Abu Na’im).
            Maka berpandangan zuhud lah terhap kekuasaan yang digenggamnya,sehingga akan berpandangan bahwa masalah jabatan,wilayah kekuasaan adalah semata amanah,dan bukan kedudukan strategis agar mendapat keuntungan-keuntungan khususnya materialistis.Dan visi juga merupakan hal penting yang tergolong ancangan para pejabat,karena tanpa visi keutamaan yang jelas,besar kemungkinan seorang pemimpin akar terjebak kedalam fanatisme suatu kelompok.Untuk itu objektivitas dari seorang pemimpin haruslah dijaga sejak awal karena pada prinsifnya seorang pemimpin itu adalah milik umat bukan milik satu golongan.Serta memiliki tanggung jawab moral yang tinggi,dalam hal ini mekanisme pertanggungjawaban kepemimpinan telah diatur dengan sebaik-baiknya dalam semua level kepemimpinan.Untuk itu tidak ada alas an bagi seorang pemimpin untuk tidak bertanggung jawab karena batasan dan ketegasan itu telah di gariskan jauh-jauh hari.begitu pula tanggung jawaban dihadapan Allah swt.Mau tidak mau harus dijalani oleh siapa sajah yang mengemban amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.



13

1.3  Akhlak warga negara
Tidak hanya pemimpin sajah yang memenuhi kewajiban sebagai warga Negara pun harus senantiasa memenuhi kewajiban atas apa yang diperintahkan pemimpinnya yang memenuhi criteria pemimpin menurut pandanga islam.dan ini merupakan kewajiban akhlak muslim sebagai warga negara.Kewajiban itu diantaranya :
a.       Harus ta’at pada pemimpin/pemerintah,selama mereka memerintahkan atas perkara yang positif dan masih dalam kategori perintah Allah serta Rasulnya.
Penjelasan ayat Al-quran tentang ini yaitu :
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä (#qãèÏÛr& ©!$# (#qãèÏÛr&ur tAqߧ9$# Í<'ré&ur ͐öDF{$# óOä3ZÏB ( bÎ*sù ÷Läêôãt»uZs? Îû &äóÓx« çnrŠãsù n<Î) «!$# ÉAqߧ9$#ur bÎ) ÷LäêYä. tbqãZÏB÷sè? «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ̍ÅzFy$# 4 y7Ï9ºsŒ ׎öyz ß`|¡ômr&ur ¸xƒÍrù's? ÇÎÒÈ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya(Q.S. An-Nisa :59)
b.      Mengoreksi dan mengevaluasi perjalanan Negara seperti hal nya dalam al-quran :
ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur
Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ
Artinya :
1.  Demi masa.
2.  Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
            Isi kandungan ayat di atas bahwasanya islam perlu saling nasihat-menasihati agar tercipta kehidupan negar yang dinamis.Budaya kritis ini menjadi parameter keberuntungan umat islam.karena dalam islam yang salah ya salah tidak ada penyelewengan dalam kebenaran.
a.       Membela Negara,kewajiban membela Negara dan mempertahankan adalah warga negaranya sendiri,atau masyarakat itu sendiri termasuk para pemerintahannya,Bukan hanya kuasa pemerintah sajah yang memegang tetapi semua penduduk harus ikut meras peduli dan melindungi.seperti dikatakan dalam Al-quran :
(#rãÏÿR$# $]ù$xÿÅz Zw$s)ÏOur (#rßÎg»y_ur öNà6Ï9ºuqøBr'Î/ öNä3Å¡àÿRr&ur Îû È@Î6y «!$# 4 öNä3Ï9ºsŒ ׎öyz öNä3©9 bÎ) óOçFZä. šcqßJn=÷ès? ÇÍÊÈ
14

Artinya : Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.
Melakukan sesuatu semata hanya karna mengharap ridho Allah,maka penerapan untuk menjaga tanah air sendiri lakukan dengan prinsif surat At-taubah ayat 41 di atas.
                Disamping itu ada kewajiban lain yang terkait dengan akhlak terhadap Negara bahwa setiap warga Negara bis menggunakan dan menuntut haknya ,Hak tersebut adalah :
a. Hak dalam berpolitik
1). Hak memilih
2). Hak musyawarah
3). Hak control  rakyat
4). Hak memecat
5). Hak pencalon
6). Hak menjadi aparat Negara

b. Hak Asasi
1). Mendapatkan persamaan didepan hukum dan peradilan                 
2). Kebebasan pribadi :Hak beragama,hak memilih serta hak kesenangan yang bersifat pribadi.
            Jadi disimpulkan bahwa setiap pemimpin ataupun warga Negara berhak untuk menjaga kemaslahatan negaranya.Dengan memegang dan mencerminkan akhlak-
akhlak yang menjadi jalan menuju keberhasilan serta hiasan sdan pondasi membangun kebagiaan bernegara.



15

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Kegagalan dan keberhasilan suatu Negara tergantung bagaimana akhlak yang tercermin dari pemimpinnya serta dari warga negaranya,Akhlak sangatlah penting dalam menentukan jalannya oraganisasi,untuk saat ini sangatlah dibutuhkan para pemimpin yang berakidah islamiah berakhlak mulia serta mempunyai visioner yang jelas dan terbukti bukan hanya emeng-emeng semata.Dalam bermasyarakatpun akhlak sangatlah penting karena manusia tidak akan pernah bisa hidup dalam kesendirian,maka perlu adanya binaan akhlakul karimah disetian derak langkahnya.
Islam menghendaki masyarakat yang damai,dimna interaksi didalamnya di warnai dengan kasih sayang (marhamah).Oleh karena itu,penekanan tingkah laku individu selalu dikaitkan dengan peranan sosialnya,karena kualitas iman seseorang ditentukan oleh aktualitasnya dalam pergaulan masyarakat (amal shaleh).

            3.2 Saran
            Dengan asumsi pembentukan karakter bangsa semoga kemerdekaan Indonesia dari akhlak buruknya dapat di aktualisasikan.Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini semua pasti ada variasinya maka hanya berserah diri setelah usaha yang dilakukan dan memohon ampun serta izin,ridho-Nya atas kelakuan sebagai manusia biasa yang dominan dikatakan tempat salah dan lupa,sebagai khilafah manusia diberi kebebasan secara kreatif membentuk dan menyusun pemahaman serta penguasaan hukum-hukum kebenaran yang terkandung dalam alam ciptaan-Nya,sehingga manusia mampu menyusun konsep-konsep dan merekayasa alam menjadi wujud baru melalui penguasaan ilmu pengetahuan yang menjadikan proes berfikir (Tafakur) terhadap alam ciptaan Allah.



iii

DAFTAR PUSTAKA

           
·         Drs.KH.Nurdin M.dkk.2001.Moral  dan Kognisi Islam.IKAPI Jawa bart:CV ALFABETA
·         Drs. Mudjiono Imam.dkk.1998.Ibadah dan Akhlak dalam Islam.Yogyakarta : UII Press
·         Shadiq Muhammad A.2009.Keagungan Imam Asyafi’i.Surakarta : Shahih
·         Rohim  Aunur F.2001.Kepemimpinan Islam.Yogyakarta.UII Press
·         Kauma Fuad.2005.Inilah nasihat Untukmu.Bandung:Irsyad Baitus Salam



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar